Kuasai 41 Persen Pasar Dunia, RI Resmi Jadi Raja Nikel Olahan pada Jumat Ini
By Admin

Bahlil Lahadalia
nusakini.com, Posisi Indonesia kini resmi menjadi produsen nikel olahan nomor satu di dunia menggeser Tiongkok. Pencapaian ini terungkap dalam laporan lembaga riset Our World in Data yang dikutip pada Jumat (25/9/2026).
Kebijakan larangan ekspor bijih mentah sejak satu dekade lalu dinilai menjadi faktor utama lonjakan ini. Pangsa pasar nikel olahan nasional tercatat meroket pesat dari awalnya hanya 1 persen menjadi 41 persen secara global.
Angka produksi nasional melesat tajam jika dibandingkan dengan data pada sepuluh tahun silam. "Produksi Indonesia meningkat lebih dari 60 kali lipat, dari sekitar 22.000 ton pada tahun 2014 menjadi lebih dari 1,4 juta ton pada tahun 2023," tulis laporan Our World in Data.
Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri sejarah empat dekade industri pertambangan nasional yang sebelumnya hanya fokus pada penambangan bahan mentah. Posisi Indonesia kini kokoh berada di atas negara-negara produsen besar lainnya seperti Rusia, Jepang, dan Kanada.
Meski demikian, laporan Badan Energi Internasional (IEA) memberikan catatan khusus terkait struktur permodalan smelter di Tanah Air. Ekspansi fasilitas pemurnian nikel tersebut tercatat masih didominasi oleh investasi dari perusahaan-perusahaan asal Tiongkok.
Pemerintah pun terus membenahi tata kelola pertambangan melalui pengendalian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan hal tersebut dalam acara di Balai Sudirman Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, penataan ulang pasokan dan permintaan komoditas ini berdampak positif pada stabilitas nilai jual nikel Indonesia. "Harga nikel sekarang mulai tidak lagi dipermainkan secara leluasa oleh oknum-oknum tertentu. Inilah sebenarnya tujuan kita," kata Bahlil. (*)